Batu Bara || http://mediakomnaspkpai.com
Pemerintah Kabupaten Batu Bara bergerak cepat menyikapi persoalan serius pada Bendungan Sei Manggar. Bupati Batu Bara bersama unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait turun langsung melakukan pengecekan kondisi bendungan yang mengalami pendangkalan akibat tingginya sedimen pasir, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan pengecekan ini berlangsung mulai pukul 11.30 WIB hingga selesai, dengan lokasi di Bendungan Sungai Dalu-Dalu dan Bendungan Sei Manggar, Desa Tanjung Muda, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Turut hadir Asisten II Pemkab Batu Bara Rusian Heri, S.Sos, Kepala Dinas Pertanian Susi L. Ritonga, Kabid Pertanian Armen Syam, serta para pengawas bendungan.
Kapolsek Indrapura, AKP Rahmad R. Hutagaol, S.H., M.H., yang turut mendampingi kegiatan tersebut menegaskan bahwa kondisi bendungan saat ini cukup memprihatinkan. Tingginya timbunan sedimen pasir menyebabkan aliran air tidak optimal masuk ke sungai-sungai yang menjadi sumber utama irigasi persawahan di Kecamatan Air Putih, Sei Suka, dan Medang Deras.
“Dari hasil pengecekan, terlihat air mengalir dalam kondisi keruh dan tertahan oleh timbunan sedimen pasir sepanjang kurang lebih 7 kilometer. Ini jelas berdampak pada distribusi air irigasi,” ujar AKP Rahmad di sela kegiatan.
Sebagai langkah awal penanggulangan, saat ini telah dilakukan pengerukan dan pengangkatan sedimen pasir di aliran Sungai Bendungan Sei Manggar menggunakan alat berat excavator. Upaya ini diharapkan dapat membuka kembali alur sungai agar suplai air ke lahan pertanian kembali normal.
Dijelaskan pula bahwa aliran Sungai Tanjung memiliki dua bendungan utama, yakni Bendungan Perkotaan dan Bendungan Tanah Merah, yang berfungsi membagi air irigasi bagi persawahan di Kecamatan Air Putih. Sementara itu, aliran Sungai Alang Tahar dilengkapi Bendungan Simodong yang menyuplai irigasi ke wilayah Sei Suka dan Medang Deras.
Meski saat ini aliran sungai masih terisi air akibat curah hujan dari wilayah Kabupaten Simalungun, namun kondisi tersebut dinilai bersifat sementara dan tidak dapat dijadikan solusi jangka panjang.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil pengecekan ini demi kepentingan para petani dan masyarakat luas.(BOYS-3)




