Batu Bara || http://mediakomnaspkpai.com
Aktivitas galian C pasir di kawasan Sungai Dalu-Dalu, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mendapat sorotan dari sejumlah elemen masyarakat. Aktivitas tersebut dinilai tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan keselamatan lalu lintas dan kerusakan tanggul sungai.
Tokoh masyarakat Erwin Sianipar mengatakan, penggunaan tanggul sungai sebagai akses keluar-masuk truk bertonase berat dari lokasi galian C dikhawatirkan berdampak terhadap kondisi tanggul.
Menurut dia, kerusakan tanggul berpotensi menimbulkan dampak lebih luas apabila terjadi jebol atau luapan air.
"Kerusakan tanggul sungai tentu akan menimbulkan efek domino. Kerusakan tanggul akan mengakibatkan tanggul sungai jebol dan luapan airnya bakal menyapu ratusan rumah, sekolah dan kantor yang berada di Desa Suka Raja. Belum lagi lahan pertanian yang akan porak-poranda," ujar Erwin, Rabu (24/9/2026).
Erwin meminta Pemerintah Kabupaten Batu Bara bersama instansi terkait, termasuk PSDA Sumatera Utara, mengambil langkah pencegahan dengan memasang portal pada akses jalan menuju tanggul.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk membatasi kendaraan bertonase berat yang melintasi tanggul dan mencegah potensi kerusakan yang lebih besar.
"Pemerintah tidak boleh abai dengan potensi bencana yang ditimbulkan operasional galian C pasir tersebut," katanya.
Soroti Truk Diduga Melawan Arus
Persoalan lain disoroti Ketua Umum Gema Satu Membara, Jekson Siahaan. Ia menyoroti pola pergerakan truk pengangkut pasir setelah keluar dari lokasi galian C melalui tanggul Sungai Bah Bolon.
Jekson menyebut, truk yang hendak menuju arah Kisaran diduga langsung mengambil jalur jembatan bawah yang seharusnya digunakan kendaraan dari arah Kisaran.
Menurut dia, truk semestinya terlebih dahulu memutar untuk kemudian masuk ke jalur jembatan yang diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Medan menuju Kisaran.
"Begitu keluar dari lokasi galian lewat tanggul Sungai Bah Bolon, truk pengangkut pasir yang hendak menuju arah Kisaran langsung masuk ke jalur jembatan bawah yang justru dipergunakan kendaraan dari arah Kisaran. Seharusnya truk tersebut memutar terlebih dahulu baru masuk ke jalur jembatan baru yang memang jalur kendaraan dari arah Medan menuju arah Kisaran," ujar Jekson.
Ia menilai manuver kendaraan tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan apabila berhadapan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
Karena itu, Jekson meminta Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono melalui Kasat Lantas Polres Batu Bara IPTU Devi Siringo-Ringo melakukan pengawasan dan penindakan apabila ditemukan pelanggaran lalu lintas.
"Kami meminta agar kendaraan yang berjalan melawan arus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Dugaan Penggunaan BBM Bersubsidi
Sorotan berikutnya datang dari Sekretaris Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Komisariat Batu Bara, Irwansyah Putra Tampubolon.
Ia menduga alat berat yang digunakan untuk mengeruk pasir di lokasi galian C tersebut menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Dugaan itu, menurut Irwansyah, didasarkan pada pengamatannya terhadap fasilitas penyimpanan BBM di lokasi.
"Klaim kami ini didasari tidak adanya tangki timbun untuk menampung BBM nonsubsidi di lokasi galian," ujarnya.
Irwansyah meminta Polres Batu Bara melalui Satreskrim melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penggunaan BBM bersubsidi tersebut.
Ia juga meminta aparat penegak hukum memastikan aktivitas galian C maupun penggunaan bahan bakar untuk operasional alat berat berjalan sesuai ketentuan.
"Kalau Polres Batu Bara melakukan pembiaran patut diduga ada permainan di balik itu," tandasnya.
Berbagai tudingan tersebut merupakan pernyataan dari pihak masyarakat dan organisasi yang meminta adanya pemeriksaan. Kebenaran mengenai kondisi tanggul, dugaan pelanggaran lalu lintas, serta dugaan penggunaan BBM bersubsidi masih perlu diverifikasi oleh instansi berwenang.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pengelola galian C maupun instansi terkait mengenai legalitas operasional, penggunaan akses tanggul, pola lalu lintas kendaraan, serta dugaan penggunaan BBM bersubsidi tersebut.
(Red/Boys-3)


