-->
Intro

Notification

×

Iklan

Iklan

Wamen Viva Yoga: Transmigrasi Tak Hanya Bangun Kawasan, tetapi Berdayakan Masyarakat Lokal

8/13/26 | 8/13/2026 04:13:00 PM WIB Last Updated 2026-08-14T23:14:13Z

Jakarta || http://mediakomnaspkpai.com


Program transmigrasi pemerintah tidak hanya diarahkan untuk membangun kawasan dan meningkatkan kesejahteraan para transmigran. Masyarakat lokal di sekitar kawasan transmigrasi juga menjadi bagian penting yang harus diberdayakan.


Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengatakan, keberhasilan program transmigrasi salah satunya ditentukan oleh terbangunnya interaksi, komunikasi, dan integrasi sosial antara transmigran dengan masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan Viva Yoga saat menjadi tamu dalam sebuah program acara di salah satu stasiun televisi di kawasan Mampang, Jakarta, Kamis (13/8/2026).


“Dalam transmigrasi ada interaksi, komunikasi, dan integrasi sosial antara transmigran dan masyarakat setempat,” ujar Viva Yoga.


Ia mencontohkan kondisi di Kota Subulussalam, Aceh. Menurut dia, kehidupan antara masyarakat transmigran dan warga lokal di daerah tersebut berlangsung rukun dan harmonis.


Viva Yoga mengatakan, dirinya baru-baru ini menerima Wali Kota Subulussalam yang menceritakan kondisi tersebut. Keharmonisan itu, menurutnya, menjadi gambaran bahwa program transmigrasi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat lokal.


61 Kabupaten Ajukan Kawasan Transmigrasi Baru


Integrasi sosial yang terbentuk di kawasan transmigrasi juga menjadi salah satu alasan banyak kepala daerah mengusulkan pembukaan kawasan transmigrasi baru.

Viva Yoga menyebut terdapat 61 proposal dari para bupati yang menginginkan wilayahnya mendapat kawasan transmigrasi baru.


“Ada 61 proposal dari para bupati yang ingin di kabupatennya dibuka kawasan baru transmigrasi,” katanya.


Menurut dia, besarnya manfaat transmigrasi terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah membuat sejumlah kabupaten yang sebelumnya telah memiliki kawasan transmigrasi tetap mengajukan pembukaan kawasan baru.


Pembukaan kawasan baru, kata Viva Yoga, dapat mendorong wilayah yang sebelumnya belum berpenghuni atau masih terisolasi menjadi lebih terbuka. Setelah akses dan aktivitas ekonomi berkembang, berbagai potensi daerah dapat digali dan dikembangkan menjadi komoditas unggulan.


“Potensi-potensi yang ada itu selanjutnya menjadi komoditas unggulan,” ujarnya.


Sejumlah kawasan transmigrasi memiliki potensi unggulan di sektor pertanian dan perkebunan, seperti padi, kelapa sawit, kakao, cokelat, durian, cengkih, kopi, dan tebu. Selain itu, terdapat pula potensi di sektor perikanan dan pariwisata.


Viva Yoga menyebut sebagian komoditas dari kawasan transmigrasi bahkan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi telah memiliki peluang hingga pasar ekspor.

Libatkan 10 Perguruan Tinggi


Untuk menggali dan mengembangkan potensi tersebut, Kementerian Transmigrasi menggandeng 10 perguruan tinggi unggulan di Indonesia.


Perguruan tinggi yang terlibat yakni Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.


Kerja sama tersebut kemudian diwujudkan melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026.


Sebanyak 1.476 anggota TEP 2026 dikirim ke 53 kawasan transmigrasi. Mereka terdiri atas 39 guru besar, 158 doktor, 263 magister, dan 1.016 sarjana.


Viva Yoga menjelaskan, keberadaan tim tersebut diarahkan untuk merealisasikan hasil riset Tim Ekspedisi Patriot tahun 2025.


“Tim ini mempunyai misi untuk merealisasikan hasil dari riset TEP 2025,” ujarnya.


Hasil pemetaan dan riset tersebut selanjutnya tidak berhenti pada kajian akademis. Potensi unggulan di masing-masing kawasan akan ditindaklanjuti melalui pengembangan model, prototipe, hingga kerja praktis.


“Potensi-potensi unggulan yang ada ditindaklanjuti dalam model, prototype, dan kerja praksi,” kata Viva Yoga.


Dorong Industrialisasi dan Lapangan Kerja

Menurut Viva Yoga, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

Pengembangan komoditas unggulan secara terintegrasi dinilai dapat membuka peluang industrialisasi, baik dalam skala kecil, menengah maupun lebih besar.


Dari proses tersebut, kawasan transmigrasi diharapkan tidak hanya menjadi lokasi permukiman, tetapi berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.


“Dari sinilah muncul kawasan baru pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.


Viva Yoga menambahkan, tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru pada akhirnya diharapkan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, termasuk masyarakat lokal yang berada di sekitar kawasan transmigrasi.


“Kawasan baru ini tidak hanya menciptakan kesejahteraan masyarakat namun juga menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.


Dengan pendekatan tersebut, program transmigrasi diarahkan menjadi instrumen pembangunan wilayah yang menggabungkan pemerataan penduduk, pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi lokal, hingga penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.

(Boys-3) 

×
Berita Terbaru Update