Batu Bara || http://mediakomnaspkpai.com
Polres Batu Bara terus mengoptimalkan potensi pertanian lokal dengan menyalurkan hasil panen jagung ke Perum Bulog Cabang Asahan. Hingga Rabu, 11 Februari 2026, total jagung yang telah disalurkan mencapai 17 ton 544 kilogram. Langkah ini disebut sebagai bagian dari dukungan konkret terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Pengiriman terbaru dilakukan pada Rabu petang. Sebanyak 4,036 ton jagung dengan kadar air 16,5 persen diberangkatkan oleh Polres Batu Bara dan tiba di Gudang Bulog Asahan pukul 18.00 WIB. Pengiriman tersebut didampingi Kabag SDM Polres Batu Bara Kompol D. Harahap, S.H., bersama Kasat Binmas AKP Lumban Sirait, S.H.
Sementara itu, Polsek Lima Puluh turut mengirimkan 1,271 ton jagung dengan kadar air 11,4 persen yang tiba sekitar pukul 18.15 WIB, didampingi Kapolsek Lima Puluh AKP Salomo Sagala, S.H.MH.
Secara kumulatif, distribusi jagung dari wilayah hukum Polres Batu Bara ke Bulog Asahan mencapai 17,544 ton, dengan rincian: Polres Batu Bara 6,447 ton, Polsek Indrapura 3,399 ton, Polsek Lima Puluh 2,368 ton, Polsek Labuhan Ruku 2,630 ton, dan Polsek Medang Deras 2,700 ton.
Kabag SDM Polres Batu Bara Kompol D. Harahap menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk sinergi berkelanjutan antara kepolisian, petani, dan Bulog dalam memastikan hasil panen terserap optimal.
“Kami berharap penyaluran hasil panen jagung ini dapat membantu menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga, sekaligus meningkatkan pendapatan petani di wilayah Batu Bara,” ujar D. Harahap.
Di tengah tantangan fluktuasi harga komoditas dan tekanan inflasi pangan, keterlibatan aparat kepolisian dalam mendorong penyerapan hasil pertanian dinilai strategis. Selain menjaga keamanan distribusi, kehadiran institusi negara di sektor hulu pertanian memperkuat kepercayaan petani terhadap jaminan pasar.
Program ini juga menjadi bagian dari pendekatan humanis Polres Batu Bara dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya petani sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Optimalisasi potensi jagung lokal diharapkan tidak hanya menopang cadangan pangan nasional, tetapi juga menciptakan siklus ekonomi yang lebih stabil di tingkat desa.
(Sumber: Kasi Humas Polres Batu Bara)
Jurnalis : BOYS-3




