Batu Bara || http://mediakomnaspkpai.com Sebuah ide kreatif lahir dari tangan dingin Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian. Akses jalan yang menghubungkan Desa Sei Bejangkar menuju Desa Perkebunan Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, kini menjelma menjadi pusat keramaian baru bertajuk “Sawah Viral” sebuah ruang publik berbasis UMKM yang menjadi magnet ekonomi masyarakat.
Jalan sawah viral berada di wilayah Desa Sei Bejangkar dan Desa Perkebunan Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, kawasan ini setiap akhir pekan dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Konsep sederhana namun menyentuh kebutuhan masyarakat ini menjadi momentum pembangunan berbasis kerakyatan.
Pada Sabtu malam, tanggal 14 Februari 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, kawasan “Sawah Viral” dipenuhi kalangan muda-mudi dan keluarga yang menikmati aneka jajanan UMKM. Lampu-lampu pedagang menerangi sisi jalan yang telah dibenahi, menciptakan suasana santai dan meriah di tengah hamparan sawah.
Transformasi ini terwujud berkat kolaborasi antara Bupati Batu Bara H.Baharuddin Siagian, SH.Msi., dengan dua kepala desa serta dukungan penuh masyarakat setempat. Jalan yang sebelumnya sekadar akses penghubung, kini disulap menjadi ruang ekonomi kreatif yang memberi dampak langsung bagi warga masyarakat.
Beragam kuliner dijajakan di lokasi sawah viral mulai dari:
Rujak Viral, Dimsum udang, kepiting, dan ayam, Kebab aneka, Tahu walik, Rendang sate, Aneka Jus, Kopi, Bakso bakar, dan Lainnya.
Konsep “Sawah Viral” bukan sekadar tempat berjualan, tetapi ruang interaksi sosial yang mempertemukan warga, pelaku UMKM, dan pengunjung dalam suasana santai khas pedesaa
Dampak ekonomi nyata yang dirasakan Ibu Titin, pedagang Rujak Savi (Sawah Viral), mengaku mengalami peningkatan penjualan sejak kawasan itu ramai dikunjungi.
“Kalau malam Minggu dan malam Kamis, ramai sekali. Banyak anak muda yang datang. Sore hari juga setiap hari ramai dari berbagai daerah,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan “Sawah Viral” membuka peluang ekonomi baru bagi pedagang kecil yang sebelumnya kesulitan mendapatkan lokasi strategis.
Hal senada disampaikan Adi, warga sekitar. Ia mengaku bersyukur atas pembangunan akses jalan yang kini lebih baik dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Batu Bara. Jalan sekarang bagus dan dengan adanya Sawah Viral ini, ekonomi masyarakat jadi maju,” katanya.
Terbangunnya jalan menuju kawasan “Sawah Viral” membawa sejumlah manfaat strategis:
- Meningkatkan aksesibilitas desa sehingga mobilitas warga lebih lancar.
- Mendorong pertumbuhan UMKM lokal dengan tersedianya ruang usaha terbuka.
- Menciptakan pusat ekonomi baru berbasis kerakyatan.
- Menjadi destinasi wisata kuliner alternatif di Kabupaten Batu Bara.
- Mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan warga.
Secara ekonomi, keuntungan yang dirasakan masyarakat antara lain meningkatnya omzet pedagang, terbukanya lapangan kerja informal, hingga tumbuhnya usaha baru di sekitar lokasi.
Gagasan menjadikan akses jalan sebagai ruang ekonomi kreatif menunjukkan pendekatan pembangunan yang memanfaatkan potensi lokal tanpa harus membangun infrastruktur mahal. Hamparan sawah yang alami justru menjadi daya tarik tersendiri dan memperkuat identitas kawasan.
Langkah ini dinilai sebagai contoh pembangunan partisipatif yang menggabungkan infrastruktur, ekonomi rakyat, dan pemberdayaan sosial dalam satu konsep terpadu.
Jika dikelola secara konsisten dan tertata, “Sawah Viral” berpotensi menjadi ikon baru Kabupaten Batu Bara sekaligus bukti bahwa pembangunan daerah dapat tumbuh dari ide sederhana yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
(Boys-3)






